Kamis, 23 Oktober 2014

Catatan 3


Rumah tangga yg sakinah ,mawaddah dan warrahmah adalah impian setiap insan yg mengarungi bahtera pernikahan.  Begitu pula yg ku harapkan bersama keluarga yg aku bina.

Hari berganti hari , bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun , kami lalui dengan indah dalam merawat dan membesarkan putri tersayang buah cinta kami. Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat . Putri kami pun telah berumur lebih dari 4 tahun dan sekolah di salah satu PAUD yg gk begitu jauh dari rumah kami.

Hubunganku dan istri ku baik-baik saja gk pernah ada masalah yg serius-serius banget, ya paling2 masalah kecil ja ! biasalah bumbunya rumah tangga , kata org !.  Hingga akhirnya masalah itu datang di awali dengan seringnya muncul  nomor di hp istriku atas nama " DISA ". Awalnya aku aku menganggap itu milik tmen cwek istriku ja , karena memang dia punya banyak tmen cewek dan sering berkomunikasi.


Setelah ku selidiki , ternyata org yg namanya Disa tu adalah seorang laki-laki yg dulunya adalah pacar istriku ketika muda dan parahnya lagi mereka masih ada hubungan keluarga. Pernah tanpa sengaja ke membaca SMS darinya yg membuat hatiku kecewa dan terluka . Ingin rasanya ku hancurkan batok kepalanya dengan tanganku karena dah berani sms dengan kata-kata yg begitu menyakitkan kalau ku ingat.

Dengan peristiwa ini , rumah tanggaku mulai mengalami keretakan. Bahkan kami sering bertengkar karena peristiwa itu , tapi peristiwa itu tak lantas membuat dirinya  merasa bersalah sedikitpun bahkan menyalahkan aku katanya semua itu terjadi gara2 aku yg kurang perhatian ma dia. Tapi ku paksakan tuk terus bersabar dan berusaha tegar. ku yakin semua adalah ujian untuk ku dan ku yakin nanti juga akan berlalu bersama waktu.

Akhirnya , seiring dengan berjalannya waktu , akupun dah mulai bisa melupakan peristiwa itu walau terkadang rasa sakit masih ada kalau mengingatnya tapi ku biarkan ja berlalu bersama waktu. Aku dan istriku pun sudah mulai menjalani kehidupan sebagaimana biasanya seolah - olah tidak pernah terjadi apa-apa. Mudah-mudahan peristiwa itu menjadi pelajaran berarti bagi kami hingga jangan terulang lagi dan ku yakin segala peristiwa yg terjadi tidak lepas dari kehendak Allah sebagai ujian bagi hambaNya......

Selasa, 21 Oktober 2014

Catatan 2

Pernikahan adalah sesuatu di harapkan oleh dua insan yg memadu kasih dan sekaligus merupakan pembuktian cinta antara dua hati yg merasa saling mencintai. Begitulah yg aku rasakan ketika itu , hari yang begitu bersejarah dalam hidupku dimana aku akan melangsungkan pernikahan dengan gadis yg aku cintai dan sekaligus merupakan jodoh yg Allah telah tetapkan untukku. Setelah melewati  beberapa proses dan juga sedikit masalah karena orang tua yg nampaknya masih sedikit belum menerima keputusanku untuk menikah dan juga adanya pihak yg memang agak terluka dengan pernikahan itu ( Ex gtu ). Namun semua itu bisa teratasi dan pernikahan pun berjalan sesuai dengan apa yg dikehendaki. Aku pun mulai mengarungi bahtera rumah tangga bersama istri tercinta dengan penuh kebahagiaan. Namun baru saja berjalan beberapa waktu , sempat terjadi sedikit masalah dalam rumah tangga kami, ya biasalah problem rumah tangga. Bermula ketika istriku menemukan beberapa foto ku bersama ex. ku yang membuat dirinya merasa sakit hati dan terluka sehingga sempat terjadi pertengkaran hebat bahkan minta untuk berpisah. Namun setelah ku menjelaskan semuanya bahwa itu adalah masa laluku dan saat ini kau adalah jodohku . jelasku padanya !. dan perlahan-lahan dia pun menerima semuanya.  Kami pun menjalani rumah tangga dengan penuh kebahagian walau terkadang terjadi pertengakaran kecil sebagai bumbu dalam rumah tangga, kata orang yg sudah pengalaman gtu ! Terlebih ketika hidayah datang kepada kami untuk menuju ke arah yg lebih baik. Kami pun belajar untuk sama-sama menghidupkan agama dalam rumah tangga kami . Sedikit-demi sedikit perubahan terjadi kepda kami , istriku mulai memakai jilbab dan bahkan memakai cadar. Suatu perubahan yang begitu signifikan kalau di lihat dari pengetahuan agama yg masih kurang. begitulah kami jalani hari-hari dengan penuh kebersamaan dan berusaha memujudkan rumah yg " baiti jannati ". Setelah berjalan beberapa bulan akhirnya istriku hamil dan tepatnya pada tanggal 7 Desember istriku melahirkan anak pertama kami seorang wanita yg kemudian kami beri nama " Tazkiya Nazratul Ulya ". Dengan lahirnya putri pertama kami , terasa hidup ini semakin ramai dan penuh kebahagiaan. Begitulah kami lalui hari-hari bersama baik suka maupun duka kita lewati bersama demi merawat buah hati kami tercinta.....!



Catatan 1

Sebuah Kenangan 

Hari itu , hari dimana sebagian besar warga kampung tempat tinggalku berbondong-bondong datang ke masjid untuk bergotong - royong melakukan pengecoran lantai II masjid kebanggaan masyarakat di kampungku. Tua muda, laki-laki dan perempuan bahkan anak-anak kecilpun gk mau ketinggalan dalam kegiatan tersebut. Nampak terlihat jelas bagaimana kompaknya masyarakat kampungku untuk bergotong-royong demi terbangunnya masjid yg di impikan. Kala itu, ketika hiruk pikuk dan kesibukan orang-orang , nampak terlihat di mataku wajah seorang gadis yg dalam pandangan mataku kok berbeda dengan dengan gadis-gadis seusianya. Tinggi badannya , putih kulitnya dan nampak kesederhanaan dari cara berpakaiannya. Gadis yg memang gk asing di mataku karena memang sering ku lihat karena satu kampung denganku. Tapi entah apa yang membuat hari itu dia begitu beda di mataku. Seorang temen tiba-tiba bertanya ke padaku " Jack ! kau tau gk gadis tu ! anak sapa sih ? tanya temenku sandi yg ternyata juga ikut memperhatikanya. Namanya Rose ( bukan nama asli , anggap ja gtu deh  ) anak bapaknya  " sambil ku sebutkan nama ayahnya. Loe mau gk nomor hpnya biar ku mintain. kataku kepada tmenku.. Aku pun memberanikan diri menghampirinya dan dengan sedikit basa-basi ku minta ja nomor hpnya. Dia pun memberikan nomor hpnya padaku tanpa ada rasa berat sedikitpun. Kami pun sering berkomunikasi lewat hp, dan semakin hari aku merasa semakin dekat dengannya hingga akupun memberanikan mengungkapkan perasaan dan rasa cintaku kepadanya. Setelah menunggu beberapa hari, dia pun menyatakan kalau dia menerima cintaku. Kisah percintaan kami pun di mulai, tapi baru kurang lebih satu minggu kisah cinta itu di mulai dan ketika benih2 cinta di hatiku mulai bersemi, tiba-tiba tanpa ada alasan yang jelas dia menyatakan putus denganku. Terasa hancur dan terlukanya hatiku saat itu dan setelah ku cari tahu penyebabnya ternyata ketika itu dia telah menjalin hubungan dengan yg lain dan memang saat itu juga aku sebenarnya tengah menjalin hubungan dengan seorang gadis tapi gk ku  kisahkan dalam tulisan ini. Akhirnya cerita cinta kami  kandas di tengah jalan. Dia sibuk dengan cintanya dan aku pun dengan kisah cintaku. Akan tetapi kisah cinta kami gk langsung berakhir sampai di situ. Merasa telah di sakiti dan dipermalukan, sebagai seorang lelaki aku bertekad untuk mendapatkannya kembali. Setelah cukup lama berpisah tetapi aku terus saja mencoba menghubunginya , mencoba meraih hatinya kembali. Akhirnya dalam waktu yg cukup lama setelah berusaha keras dan berusaha menunjukkan keseriusan cintaku kepadanya karena memang ku gk bisa bohongi perasaanku lok aku tu mang bener2 sayang ma dia. Akhirnya setelah menjalani waktu yg cukup lama dan usaha kerasku , dia pun menerima ku kembali dan melanjutkan kisah cinta yg sempat terputus di tengah jalan. Hari-hari pun kami jalani dengan penuh suka dan terkadang duka juga datang menghampiri kami berdua. Singkat cerita , setelah menjalani kisah cinta yg cukup lama, akhir kami putuskan untuk menikah. Berawal dari kata iseng dari yg mungking mau menguji keseriusanku malem itu dia berkata " Lok kamu serius ma aku, yuk kita nikah !berani gk katanya " . Merasa di tantang seperti itu aku pun berkata " sapa takut ! " malam itu itu juga aku membawanya kabur ( adat di daerah ku untuk menyunting seorang gadis dengan di bawa kabur ).  Singkat cerita kamipun menikah.( bersambung )