Sabtu, 11 November 2017
Catatan 9
Hidup seperti angin bertiup sepoi-sepoi. Tak tahu dari mana arahnya dan kemana tujuannya. Hingga suatu hari angin itu berbelok arah atau behenti sama sekali. Kadang kita begitu tenang, damai dan santai dalam menjalani hidup. Kita merasa segala sesuatu sudah ada dalam genggaman. Seakan kita adalah seorang raja yang bekuasa.
Namun Takdir kehidupan kerap tak tertuga. Suasana sunyi mendadak ramai, kegembiraan mendadak beubah menjadi kecemasan, kebanggaan tiba-tiba menjadi krisis pecaya diri.
Tatkala roda sedang beputar, kenyataan beganti, atas bawah tertukar….. , saat itu engkau harus siap menghadapi, menjalani dan menerima.
Begitulah ysng kini kurasakan. Sakit yang menimpaku membuyarkan semua konsentrasiku, menelan jiwaku, dan memenjarakan jiwaku dalam langkah-langkah kehidupan yang baru. Tubuhku telalu lemah memikul semua ini. Secara fisik, psikis maupun mental telalu berat rasanya berat yang harus ditanggung.
Ya Allah…. Tolonglah aku. Jangan menghukumku jika aku salah ataupun terlalai. Jangan Engkau bebankan bagiku, beban berat yang tak sanggup aku memikulnya. Namun, aku akan terus menjalaninya sekuat kemampuanku.
Catatan 8
DIRI YANG TAK LAGI BERNILAI
Cerita cinta memang tak selalu berakhir seperti yang kita
bayangkan, banyak sekali mimpi-mimpi yang telah “kita” bangun menjadi debu yang
hilang begitu saja terbawa angin, seiring waktu, perasaan yang dulu pernah
sama-sama kita rasakan perlahan memudar terkikis waktu, lebih tepatnya perasaan
mu. Perjalanan panjang kisah kita tak pelak membuat hati mu tetap bertahan
untuk ku.
Sekian tahun yang telah kita lewati tak pelak membuat hati
mu tetap untuk ku, meski dulu semua terasa sangat indah sampai-sampai bibir ku
kaku karena selalu tersenyum lebar mengingat mu,kini waktu seakan melaju
membawa setiap inci kenangan kita, meninggalkan luka menganga di hati ku. Kamu ingin pergi membawa hati mu untuk seorang pria yang indah dipandangan mu, meski begitu aku
hanya mengajukan satu pertanyaan “ apa kau benar- benar ingin pergi dengan cara
seperti ini?”,pertanyaan itu terus saja menari-nari di otak ku aku hanya ingin
tau bagaimana perasaan mu ketika memutuskan untuk berjalan bertatapan punggung
dengan ku.
Pesona pria yang kamu kagumi memanglah sangat kuat di mata mu, karena dia ,
sedikit kealpaanku dan kesalahan ku menjadi bom untuk mu meledak seketika di
depan ku, kemarahan karena takdir yang tak bisa ku hindari membuat mu menjadi garang yang membuat aku
ingin memekik dan berlari ke arah manapun,tidak kah kamu tau betapa sakit yang
aku rasakan ketika kamu memaksa ingin berlalu dari ku ketika aku belum bersiap-siap
untuk itu, kau menghentakkan keluar dengan sangat keras akar yang telah
ternanam kuat, tanah yang tak berdaya hanya bisa pasrah dan melebur seketika.
Aku hanya ingin mengatakan aku begitu sakit ketika kau memaksakan diri ku untuk
menerima semua keinginan mu.
Waktu yang melaju dengan kecepatan 200 kg/jam membuat semua
benar-benar terasa sangat cepat berlalu, “kita” yang dulu pernah tertawa
bersama menjadi aku dan kamu yang seolah –olah tak saling mengenal , tetapi
aku masih ingin memperjuangkan “kita” untuk kita, waktu yang lebih dari 10 tahun
kita lewati tak ingin ku buang begitu
saja,tak ingin aku dan kenangan itu menjadi debu yang terbawa angin begitu
saja, aku masih ingin memaafkan mu, menerima mu, kita hanya perlu mengulang
semua dari awal, apakah itu sulit???, yap ..untuk mu itu sangat sulit dan tak
akan pernah terjadi, hanya saja aku ingin menyampaikan keinginan hati ku..
perjuangan ku mungkin saja tak bisa terlihat kasat mata oleh mu, atau pun orang
lain, perjuangan ku seperti aku berkelahi dengan batin ku, memaksa batin untuk
bisa menerima mu lagi dan menganggap semua kesalahan mu angin lalu.
aku masih ingin bersama mu, tanpa menghiraukan batin ku yang
terkoyak dan teriris karena kesalahan yang telah kau torehkan dan membuat luka
menganga di hati ku, hanya saja aku masih ingin tetap bersamamu, ribuan doa
yang telah aku sampaikan kepada pencipta ku, berharap hati mu akan terbuka lagi
untuk ku dan sama-sama saling memaafkan dan aku juga menyadari akan kesalahan
yang telah aku perbuat namun apakah aku bisa menghindar dari takdir yang telah
digariskan untuk ku.
“Maafkan Bila Ku
Pernah membuatmu sakit, Dengan segala ketidak berdayaanku saat ini ku masih
ingin terus bersamamu”
Jumat, 10 November 2017
Catatan 7
MASIH ADAKAH HARAPAN
Semakin hari semakin terasa rasa sakit dan perih dari sakit yang kuderita ini. Tidak terasa lebih dari 2 tahun sakit ini menggerogoti tubuh ini. Namun saat rasa sakit yang semakin hari semakin bertambah parah terasa diri ini semakin tidak terurus lagi. Keluarga seakan tak da yang peduli. apakah mereka memang tidak tahu atau pura2 tidak mau tahu akan sakit yang semakin parah ini.
Terasa diri ini seperti hidup sebatang kara walau di kelilingi oleh keluarga. Terasa diri seakan sendiri di tengah-tengah keramaian. Kepada siapa lagi harus ku adukan keadaanku ini, adakah sanak keluarga , sahabat, kerabata yang masih mau mendengar dan peduli akan diri ini. Dalam menjalani hari-hari ini terasa seperti sedang menunggu kematian yang akan menjemput. Masihka ada tersisa sebuah harapan dalam menjalani hari-hari ku ini, atau yang ada malah sebuah keputus asaan. Biarlah waktu yang akan menentukan semuanya. Disaat semua family tidak ada lagi yang peduli, hanya padamu ya Allah ku serahkan segala urusanku. Jika memang diri ini sudah tidak ada lagi memiliki tempat di bumi ini, maka segeralah KAU rengkuh jiwa ini menuju ke haribaanMU ya RABBI karena perjumpaan denganMU adalah saat-saat yang paling di nantikan.
Kamis, 09 November 2017
Catatan 6
FARISHA SANJAYA
Putri ketigaku dari istri keduaku yang lahir pada hari sabtu 4 Pebruari 2017 , dia lahir seminggu setelah berpulangnya adikku tercinta Meydy Sanjaya ke pangkuan Sang Pencipta Allah SWT.
Kini Farisha sudah hampir sembilan bulan, namun betapa malang nasibnya. Sejak lahir dia kurang mendapatkan tempat di dalam keluargaku di banding dengan anak-anakku yang lain. Perlakuan yang seharusnya sama di dapatkan dengan saudara2nya yang lain tidak bisa dia dapatkan. Dia seperti tak memiliki siapa-siapa dikota ini. " Kau tak mempunyai keluarga disini nak !, Kakek, nenek, Paman , Bibi kau tak Punya!, begitulah ucapan yang sering di ucapkan oleh ibunya sebagai luapan emosi yang gk bisa di salurkan. Dia tumbuh dalam dekapan sang Ibu yang selalu menemaninya siang dan malam. Ayah yang diharapkan ada di dekatnya malah mengabaikannya.
Ketika sakit menimpa, hanya ada ibu yang merawatnya. ketika malam yang dingin menyelimuti, hanya dekapan Ibu yang menghangatkannya. Semua Ibu, tidak ada sedikitpun peran ayah dalam merawat dan membesarkanmu. Semoga kau bisa memamfaatkan ayahmu yang telah mengabaikanmu selama ini karena kelemahan dan ketidak berdayaannya.
Putri ketigaku dari istri keduaku yang lahir pada hari sabtu 4 Pebruari 2017 , dia lahir seminggu setelah berpulangnya adikku tercinta Meydy Sanjaya ke pangkuan Sang Pencipta Allah SWT.
Kini Farisha sudah hampir sembilan bulan, namun betapa malang nasibnya. Sejak lahir dia kurang mendapatkan tempat di dalam keluargaku di banding dengan anak-anakku yang lain. Perlakuan yang seharusnya sama di dapatkan dengan saudara2nya yang lain tidak bisa dia dapatkan. Dia seperti tak memiliki siapa-siapa dikota ini. " Kau tak mempunyai keluarga disini nak !, Kakek, nenek, Paman , Bibi kau tak Punya!, begitulah ucapan yang sering di ucapkan oleh ibunya sebagai luapan emosi yang gk bisa di salurkan. Dia tumbuh dalam dekapan sang Ibu yang selalu menemaninya siang dan malam. Ayah yang diharapkan ada di dekatnya malah mengabaikannya.
Ketika sakit menimpa, hanya ada ibu yang merawatnya. ketika malam yang dingin menyelimuti, hanya dekapan Ibu yang menghangatkannya. Semua Ibu, tidak ada sedikitpun peran ayah dalam merawat dan membesarkanmu. Semoga kau bisa memamfaatkan ayahmu yang telah mengabaikanmu selama ini karena kelemahan dan ketidak berdayaannya.
Rabu, 01 November 2017
Catatan 5
Muhammad Said Ali Anshori
Putra kedua kami yang lahir pada hari sabtu 13 Pebruari 2016.
Wajah mungil yang selalu membuat tersenyum kedua orang tuanya, penerus perjuangan ayahnya dalam membuat pengorbanan untuk meninggikan kalimat Allah, pewaris usaha Rasulullah yang akan menyebarkan Islam di seluruh Alam,
Tak terasa sudah 1 tahun lebih kamu menemani kami nak..!!!
kau hadir di saat hati lara , kau penyejuk jiwa ini.
kau memang kami damba selama ini, kami nanti dengan segenap jiwa kami....
Anak ku sayang....!!!!
kau adalah harapan kami dimasa depan, kau bisa membuat sedih jadi bahagia, kau kekuatan cinta yang tidak ada tandinganya.
kalau kau bahagia, kami pun akan terasa bahagia, kalau kau sedih maka hati ini pun akan ikut bersedih bahkan lebih sedih dari yang kau rasa.
Di kala kau sakit maka seluruh tubuh ini terasa sakit.
Segenap jiwa kami berikan untuk mu anakku..!!!
Sepenuh hati kami berjuang untukmu, harapan kami terletak padamu nak..!!
Jadilah anak yang soleh nak,, seorang hafizh, da'i, alim , anak yang taat kepada Allah berbakti pada orang tua, bemamfaat bagi agamaa, bangsa dan negara.
Anakku sayang.....!
Doa kami selalu untukmu, selalu dan selalu hanya untuk kebahagiaanmu buah hatiku yang paling beharga MUHAMMAD SAID ALI ANSHORI
Langganan:
Komentar (Atom)





