Cerita cinta memang tak selalu berakhir seperti yang kita
bayangkan, banyak sekali mimpi-mimpi yang telah “kita” bangun menjadi debu yang
hilang begitu saja terbawa angin, seiring waktu, perasaan yang dulu pernah
sama-sama kita rasakan perlahan memudar terkikis waktu, lebih tepatnya perasaan
mu. Perjalanan panjang kisah kita tak pelak membuat hati mu tetap bertahan
untuk ku.
Sekian tahun yang telah kita lewati tak pelak membuat hati
mu tetap untuk ku, meski dulu semua terasa sangat indah sampai-sampai bibir ku
kaku karena selalu tersenyum lebar mengingat mu,kini waktu seakan melaju
membawa setiap inci kenangan kita, meninggalkan luka menganga di hati ku. Kamu ingin pergi membawa hati mu untuk seorang pria yang indah dipandangan mu, meski begitu aku
hanya mengajukan satu pertanyaan “ apa kau benar- benar ingin pergi dengan cara
seperti ini?”,pertanyaan itu terus saja menari-nari di otak ku aku hanya ingin
tau bagaimana perasaan mu ketika memutuskan untuk berjalan bertatapan punggung
dengan ku.
Pesona pria yang kamu kagumi memanglah sangat kuat di mata mu, karena dia ,
sedikit kealpaanku dan kesalahan ku menjadi bom untuk mu meledak seketika di
depan ku, kemarahan karena takdir yang tak bisa ku hindari membuat mu menjadi garang yang membuat aku
ingin memekik dan berlari ke arah manapun,tidak kah kamu tau betapa sakit yang
aku rasakan ketika kamu memaksa ingin berlalu dari ku ketika aku belum bersiap-siap
untuk itu, kau menghentakkan keluar dengan sangat keras akar yang telah
ternanam kuat, tanah yang tak berdaya hanya bisa pasrah dan melebur seketika.
Aku hanya ingin mengatakan aku begitu sakit ketika kau memaksakan diri ku untuk
menerima semua keinginan mu.
Waktu yang melaju dengan kecepatan 200 kg/jam membuat semua
benar-benar terasa sangat cepat berlalu, “kita” yang dulu pernah tertawa
bersama menjadi aku dan kamu yang seolah –olah tak saling mengenal , tetapi
aku masih ingin memperjuangkan “kita” untuk kita, waktu yang lebih dari 10 tahun
kita lewati tak ingin ku buang begitu
saja,tak ingin aku dan kenangan itu menjadi debu yang terbawa angin begitu
saja, aku masih ingin memaafkan mu, menerima mu, kita hanya perlu mengulang
semua dari awal, apakah itu sulit???, yap ..untuk mu itu sangat sulit dan tak
akan pernah terjadi, hanya saja aku ingin menyampaikan keinginan hati ku..
perjuangan ku mungkin saja tak bisa terlihat kasat mata oleh mu, atau pun orang
lain, perjuangan ku seperti aku berkelahi dengan batin ku, memaksa batin untuk
bisa menerima mu lagi dan menganggap semua kesalahan mu angin lalu.
aku masih ingin bersama mu, tanpa menghiraukan batin ku yang
terkoyak dan teriris karena kesalahan yang telah kau torehkan dan membuat luka
menganga di hati ku, hanya saja aku masih ingin tetap bersamamu, ribuan doa
yang telah aku sampaikan kepada pencipta ku, berharap hati mu akan terbuka lagi
untuk ku dan sama-sama saling memaafkan dan aku juga menyadari akan kesalahan
yang telah aku perbuat namun apakah aku bisa menghindar dari takdir yang telah
digariskan untuk ku.
“Maafkan Bila Ku
Pernah membuatmu sakit, Dengan segala ketidak berdayaanku saat ini ku masih
ingin terus bersamamu”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar