Sabtu, 11 November 2017

Catatan 8

DIRI YANG TAK LAGI BERNILAI

Cerita cinta memang tak selalu berakhir seperti yang kita bayangkan, banyak sekali mimpi-mimpi yang telah “kita” bangun menjadi debu yang hilang begitu saja terbawa angin, seiring waktu, perasaan yang dulu pernah sama-sama kita rasakan perlahan memudar terkikis waktu, lebih tepatnya perasaan mu. Perjalanan panjang kisah kita tak pelak membuat hati mu tetap bertahan untuk ku.
Sekian tahun  yang telah kita lewati tak pelak membuat hati mu tetap untuk ku, meski dulu semua terasa sangat indah sampai-sampai bibir ku kaku karena selalu tersenyum lebar mengingat mu,kini waktu seakan melaju membawa setiap inci kenangan kita, meninggalkan luka menganga di hati ku. Kamu ingin  pergi membawa hati mu untuk seorang pria  yang indah dipandangan mu, meski begitu aku hanya mengajukan satu pertanyaan “ apa kau benar- benar ingin  pergi dengan cara seperti ini?”,pertanyaan itu terus saja menari-nari di otak ku aku hanya ingin tau bagaimana perasaan mu ketika memutuskan untuk berjalan bertatapan punggung dengan ku.
Pesona pria yang kamu kagumi  memanglah sangat kuat di mata mu, karena dia , sedikit kealpaanku dan kesalahan ku menjadi bom untuk mu meledak seketika di depan ku, kemarahan karena takdir yang tak bisa ku hindari  membuat mu menjadi garang yang membuat aku ingin memekik dan berlari ke arah manapun,tidak kah kamu tau betapa sakit yang aku rasakan ketika kamu memaksa ingin berlalu  dari ku ketika aku belum bersiap-siap untuk itu, kau menghentakkan keluar dengan sangat keras akar yang telah ternanam kuat, tanah yang tak berdaya hanya bisa pasrah dan melebur seketika. Aku hanya ingin mengatakan aku begitu sakit ketika kau memaksakan diri ku untuk menerima semua keinginan mu.
Waktu yang melaju dengan kecepatan 200 kg/jam membuat semua benar-benar terasa sangat cepat berlalu, “kita” yang dulu pernah tertawa bersama menjadi aku dan kamu yang seolah –olah tak saling mengenal , tetapi aku masih ingin memperjuangkan “kita” untuk kita, waktu yang lebih dari 10 tahun  kita lewati tak ingin ku buang begitu saja,tak ingin aku dan kenangan itu menjadi debu yang terbawa angin begitu saja, aku masih ingin memaafkan mu, menerima mu, kita hanya perlu mengulang semua dari awal, apakah itu sulit???, yap ..untuk mu itu sangat sulit dan tak akan pernah terjadi, hanya saja aku ingin menyampaikan keinginan hati ku.. perjuangan ku mungkin saja tak bisa terlihat kasat mata oleh mu, atau pun orang lain, perjuangan ku seperti aku berkelahi dengan batin ku, memaksa batin untuk bisa menerima mu lagi dan menganggap semua kesalahan mu angin lalu.
aku masih ingin bersama mu, tanpa menghiraukan batin ku yang terkoyak dan teriris karena kesalahan yang telah kau torehkan dan membuat luka menganga di hati ku, hanya saja aku masih ingin tetap bersamamu, ribuan doa yang telah aku sampaikan kepada pencipta ku, berharap hati mu akan terbuka lagi untuk ku dan sama-sama saling memaafkan dan aku juga menyadari akan kesalahan yang telah aku perbuat namun apakah aku bisa menghindar dari takdir yang telah digariskan untuk ku.
“Maafkan Bila Ku Pernah membuatmu sakit, Dengan segala ketidak berdayaanku saat ini ku masih ingin terus bersamamu”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar